Blog

My way to be TopAm Batch 3 (PART 1) Tips Included

Did you know? Tokopedia Student Ambassador known as TopAm is a representative of tokopedia as a university student. There are a lot of benefit become a TopAm such as Scholarship, Training, Company Visit, and Networking. The phase are document selection, interview selection, and availability test. Unit Batch 3 there are 3 region of TopAm (Bandung, Jogja, and Surabaya). There’s a few changes on Batch 4 like the region, duration, scholarship, for detail information you can check this link: TopAM Batch 4

Iseng – iseng daftar. Thanks to my friend who already became Top Am in Batch 2, saya memperoleh informasi pendaftaran ini dari post yang mereka share di timeline line. Walaupun sudah tau dari bulan Mei awal saya tidak langsung mendaftarkan diri, because basically I am not take really serious on that also there are college task in the same time and that’s my priority. But finally, saya mendaftarkan diri di hari terakhir pendaftaran 8 Juni 2016 dengan mengirimkan dokumen – dokumen yang gak ribet *sebenernya* yaitu CV, scan KTP, KTM, transkrip, dan dokumen pendukung. Binggung apa itu dokumen pendukung akhirnya ya seadanya aja, saya menyertakan juga sertifikat – sertifikat dan, surat pengantar dari jurusan. Tahap selanjutnyapun dimulai..

email-apply-topam

Tips Apply: Gak perlu banyak-banyak cukup sertain sertifikat – sertifikat non akademik yang menurutmu paling WOW, bisa menggambarkan kamu mahasiswa yang do something beyond your campus life seperti organisasi, kepanitiaan, kompetisi, atau lainnya. Sehingga terlihat kamu bisa memanage waktu, dan punya komitmen tinggi.

Interviu seru. 2 hari setelahnya adalah pengumuman lolos interview, hanya yang lolos yang akan dikirimkan email lebih lanjut beruntung saya mendapet email balasan positif untuk diminta hadir di nin3 jam 9. Waktu itu hari Kamis, saya yang sedang internship di Go-Jek terpaksa harus izin dan untungnya dibolehin :D. Sampai di lokasi interview, ternyata udah ada peserta interview kira – kira belasan orang hampir seluruhnya bermuka asing bagi saya walaupun ada beberapa yang pernah dilihat karena satu kampus. Gak lama setelah duduk 2 orang nakama menjelaskan Tokopedia kemudian menjurus ke program Tokopedia Student Ambassador step by stepnya gimana, benefit apa aja yang didapet dan lainnya cukup singkat.

pengumuman-interview

Lanjut ke agenda inti yaitu interview, setiap peserta dipanggil satu persatu kedalam ruangan yang berada gak jauh dr ruang tengah. Sambil menunggu peserta lain mulai bercengkrama dengan teman yang sepertinya telah dikenal, akhirnya saya memberanikan diri untuk pindah tempat duduk ikut ngobrol dengan Rendra, Adrian, dan temannya. Pertama kenalan canggung banget, it’s totaly blank how we start the covertation but we let it flow and ice goes melting, kalau mentok ngomongin apa pasti bilang “lama juga ya, padahal bisa diselingi ke mall dulu kalo gini” hahaha.

Interview dimulai, saya membawa diri dan sebuah papan jalan dengan isi dua buah CV (formal dan kratif) lalu memberikannya ke Coach Zahra. Interview berjalan santai dan seru karena pertanyaannya seputar diri kita, latar belakang, di kuliah ngapain aja, dan ada beberapa pertanyaan psikologis atau logis yang diminta alasan kenapa menjawab itu. Overall I totally enjoy the interview and served the best of my answer.

Tips Interview: Kenalan dengan peserta lainnya, dan buat diri kamu akrab dengan mereka karena bisa melatih mental gimana ngebuat orang nyaman dengan kita. Be Yourself, beri jawaban sejujurnya dan berdasar disetiap pertanyaan tidak perlu dibuat – buat. Kemungkinan kamu diterima ketika interviewee melihat kamu memiliki DNA Tokopedia, at leas you know about it.

Saya akan cerita selama periode menjadi TopAm Batch 3 ngapain aja sih? Yang pasti seru! Nambah pengalaman, kunjungan ke kantor tokopedia Jakarta, ngadain event dan lain sebagainya di A lot of Experience of TopAM (PART 2). Stay tunned!

Learning and Grateful Moment in 2016 (PART 2)

Apa yang dilakuin di tahun 2016?
Melanjutkan kewajiban sebagai ketua TPKB ITS yang sudah setengah perjalanan, naik pesawat untuk pertama kalinya rampung diceritakan singkat di tulisan sebelumnya PART 1 Kali ini akan dilanjut dengan flashback singkat dari pengalaman lain di tahun itu, ikut kompetisi business case dan mencoba ikut konferensi yaitu Future Leader Summit.

1st Winner Business Case
Sampe tahun ke 2 belum punya prestasi mentrigger saya, Alvin, dan Zetry untuk ngikutin kompetisi, nama Tim kami yaitu BELTRANIS yang diambil dari nama angkatan Sistem Informasi ITS 2013. Bisa dibilang tim ini terdiri dari mahasiswa yang lebih suka manajemen dari pada coding yang menjadi core jurusan kami. Kurang dari 40% pelajaran kuliah yang bisa kami gunakan saat menghadari case kompetisi, But we have Internet and google where all of information we needs can found there.

Membutuhkan waktu dari September 2015 sampai mei 2016, FINALLY! It come in the very positive result J. Uniquely, kami berhasil lanjut ke tahap final disetiap percobaan ganjil. Every defeated we tray and take a lesson from there, so in the next competition there’s an intuition of us to achieve more than before.

13265868_1264591933581109_1633810920614791583_n

Kesempatan mengikuti kompetisi lainnya di tahun 2016 tetap kami coba. Saat liburan dengan 3 lomba sekaligus berurutan, sayangnya kesibukan tiap individu dengan aktifitas kerja praktiknya hanya satu yang lolos hingga tahap selanjutnya :’. In our last semester *amin*, we will keep trying despite there’s skripsi waiting for us haha.

We Starting With Consequence, We Achieving With Pride, We Ending With Lesson.

First time join conference
Future Leader Summit diselenggarakan oleh Nusantara Muda, konferensi mempertemukan 300 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang terbagi menjadi beberapa room dengan topik yang berbeda. Randomly ketika melihat – lihat foto di Instagram, ada salah satu teman yang mengupload foto telah daftar FLS. Judul kegiatan itu paling berpengaruh, dari membacanya saya langsung tertarik padahal belum tau kegiatannya ngapain. Ternyata pembahasan yang dibahas di konferensi ini adalah per ruangan yaitu: Digital Media, Environment, Education Development, Human Resources, Potential Culture, dan Sociopreneur.

Memiliki backgroup jurusan IT saya memilih room Digital Media. Persyaratannya cukup mudah, kita diminta untuk menjawab pertanyaan alasan memilih room, mengapa layak menjadi peserta, dan ada sebuah case. Nah case ini disesuaikan dengan topik setiap room masih dengan tema besar yang sama yaitu “Collaborating Young Leaders to Face Demography Bonus 2020”. Pertama kali inbox undangan mengikuti konferensi masuk ke INBOX, I surprised and very excited. FYI para peserta disebut delegates. Untuk memperoleh segala macama fasilitas selama pelaksanaan konferensi di Semarang, delegates wajib membayar 375 ribu itu sudah include lengkap dari conference pack, hotel, transportation, hingga makan.

Kegiatan diawali dengan mewawancarai masyarakat semarang mengenai di lokasi – lokasi khas semarang, room Digital Media mencari narasumber di Bandara Achmad Yani dengan topik Personal Branding on Social Media. Hasil wawancara tersebut menjadi bahan yang didiskusikan dalam konferensi. Ada juga narasumber profesional yang didatangkan untuk membahas hasil konferensi, kemudian kami sama – sama mensimpulkannya. Selain bisa mengexplore semarang, disini kita dapat lebih mengenal satu sama lain dengan salah satu acaraya yaitu gala dinner. Gak Cuma makan – makan, gala ini berbeda dengan yang lainnya. Ada pitching dari setiap room terhadap hasil konferensi, tuker kado, sharing dengan alumni delegates.

So far so good, for my first experience joined conference.

The story above not the detail, so if you interested..
Feel free to ask me by Line, LinkedIn, or Instagram

Learning and Grateful Moment in 2016 (PART 1)

Happy new year 2017!

Did you know? The digit not shows how old the earth is, because earth doesn’t have a birth certificate to record it’s formation and this calculation start on the day that Nabi Isa was born improved by Julius Caesar (masehi calendar). So how old the earth? Apparently earth is about 4,543 B years old by scientist calculation 😀

Flashback ke tahun kemarin, lupa ingat apa aja yang terjadi selama tahun kemarin untungnya ada foto yang ngebantu mengingatnya haha. So, tulisan ini dibuat sambil ngescroll gallery di hp, buka folder – folder foto yang diambil selama 2016. Ada berapa foto? lebih dari 1000 foto, tapi setiap gaya kok gitu – gitu aja gayanya (unexpressive person) :D. Setiap foto itu punya cerita yang berbeda, foto pertama ditahun itu taken in 6th January waktu jalan – jalan bareng TPKB ke bukti Jaddih Madura dan ditutup dengan foto bersama TopAm Surabaya pas nonton cek toko sebelah GRATIS karena dapet tiket gratis dari Tokopedia. Di antara momen itu ada cerita seru lainnya, ini ceritanya!

Apa yang dilakuin di tahun 2016?
2016 is really awesome year for me, and I hope you so. Melanjutkan kewajiban sebagai ketua TPKB ITS yang sudah setengah perjalanan, naik pesawat untuk pertama kalinya (I still can imagine that situation), 1st winner Business Case Competition, internship at Go-Life Surabaya, being Tokopedia Students Ambassador, and for the first time join conference.

½ Periode lagi (TPKB ITS)
Setelah setengah periode bekerjasama dengan pengurus TPKB lainnya, kami melaksanakan setiap kewajiban dengan lebih baik. Sebelum semua pulang liburan ke daerah asal masing – masing, kami ngebuat acara tour kecil – kecilan dengan rute bukit jaddih, bebek sinjay, plasa surabaya. Tujuan tour itu untuk bisa lebih mengakrabkan pengurus dengan para MABA, sekaligus ngenalin tempat pariwisata yang ada di surabaya sekitar. Setelah libur pengurus setiap UKM dipanggil buat ngelakuin rapat koordinasi dengan institusi ITS terkait program kerja. Kesempatan ini menjadikan saya setelah 2 ½ tahun kuliah, akhirnya bicara di depan bapak/ibu birokrasi dan berbagai mahasiswa beda angkatan serta jurusan (sebelumnya pas ospek *terpaksa* haha).

Tanggungan semakin sedikit karena udah selesai di periode awal, kebanyakan yang kami lakukan adalah internalisasi. Credit to Alan (wakil ketua), yang ngoordinir setiap kegiatan internal yang dibantu pengurus angkatan 2013 lainnya Jockey (Koor Dep. PSDM), Didi (Koor Dep. Hublu), dan Albert (staff dep. PSDM). Dibalik peran penting mereka juga ada angkatan 2014 yang selalu mensupport walaupun kadang sibuk sendiri, dan angkatan 2015 yang setia mengikuti setiap kegiatan kami.

How was the new period? I hope our agenda in 2017 are going well and no WACANA 😀

Naik Pesawat Pertama Kali
Pertama kalinya sejak 1995 akhirnya naik pesawat! Walaupun lokasi rumah tidak jauh dari bandara Halim kurang lebih 20km tapi baru kali ini naik pesawat. Saat kecil sering banget ngelihat dan melambaikan tangan ke setiap pesawat yang melewati atap rumah. Menahan diri untuk naik pesawat karena pengennya naik kendaraan ini nanti kalau udah punya uang sendiri harus gagal. H-3 beli tiket pesawat dengan harga 400an (lupa) ke jakarta untuk mengikuti lomba di UI.

Ditemani Alvin naik pesawat L*on, kami bertemu langsung di bandara Juanda. Hampir aja tertinggal pesawat karena sudah final call, akhirnya dipenerbangan pertama gak punya boarding pass. Saat pengecekkan cukup bilang “boarding passnya sudah di teman saya tuh disitu!”. Anak katro, pertama kali naik pesawat malah dibebaskan mau duduk dikursi mana aja karena waktu itu pesawanya lagi sepi hahaha. Bagian depan dan belakang full tapi yang tengah kosong, jadi kami bisa milih tempat sesukanya. Pas mau Boarding, pramugari ke tengah cabin dan memulai pertunjukkannya. Excited parah ngelihat pramugari! Sampe ngerekam instruksinya! Lucu banget kalo kebanyang waktu itu 😀

how about the competition result ?

For the next story: Learning and Grateful Moment in 2016 (PART 2)
The story above not the detail, so if you interested..
Feel free to ask me by Line, LinkedIn, or Instagram